Festival Musik Tembi 2014: Cuci Mata di Pasar Musik

24-December-2014





pasar musik

“Festival Musik Tembi 2014 itu acara yang musik banget”

Demikian kurang lebih salah satu komentar dari seorang bintang tamu yang tampil pada 22 Maret 2014 kemarin.

Ucapan itu memang tepat menggambarkan festival kali ini. Selama 3 hari sejak 22 Maret, seluruh area Tembi Rumah Budaya seakan menjelma oase bagi para pecinta musik. Musik ada di mana-mana, mulai dari pentas di panggung sampai deretan stan-stan pengisi Pasar Musik yang unik dan asik untuk ditelisik.

Hari pertama kemarin Fombi sudah mulai berjalan-jalan cuci mata menelusuri stan-stan di sepanjang setapak berhias obor yang menghubungkan venue museum dan amphiteater. Ada beberapa stan Pasar Musik yang langsung mencuri perhatian pengunjung. Fombi pun tak mau kalah ikut mampir cuci mata. Ini nih hasil nguliknya.

Pertama ada Anytime, stan kaus print digital yang bisa bikin kaus motif sesuai desain pembeli hanya dalam 10 menit. Belum lama acara dimulai, stan yang dikelola Julius dkk. ini sudah dapat antrean order yang lumayan. Di sini pengunjung tinggal memilih model dan ukuran kaos yang diinginkan, lalu pesen desain yang langsung dikerjakan on the spot, di print, dan voila, kaus-kaus cantik langsung bisa dipakai. Kaus print ini warnanya bisa lebih kaya dan detail dibanding sablon, juga awet karena meresap ke serat kain. Nah, khusus di FMT kali ini, Anytime berbaik hati memberi potongan harga sampai 25%. Kaus yang tadinya dibanderol Rp 75.000 bisa diboyong mulai harga Rp 50.000-Rp 65.000, yoi banget kan? Jadi yang lagi pengen punya kaos baru desain sendiri sembari nonton pertunjukan musik berkelas bisa datang ke FMT, lalu silakan mampir di stan Anytime.

Habis belanja kaus, uang masih sisa. Tenang, masih banyak stan dengan penawaran menarik lainnya. Ada pernik lucu dari Froghouse. Ternyata ini stan yang menjadi sumber bunyi klothekan di Pasar Musik sayap barat. Pemilik Froghouse yang kreatif, Bagus, membuat puluhan kendang gerabah lapis kertas semen yang dilukis manual dengan cat air. Manis dan unyu terlihatnya. Linda, salah satu penjaga stan meladeni beberapa pengunjung yang sibuk menabuh kendang lukis itu. Tak hanya bisa ditabuh lo, kalau sayang, kendang gerabah ini bisa juga jadi hiasan dinding. Soal ukuran dan harga cucok lah dijadikan buah tangan. Cukup Rp 20.000-Rp 35.000, merchandise unik ini sudah bisa dibungkus pulang. Ayok lah.

Di seberang Froghouse, ada stan lain bagi para musisi yang punya alat musik portable, tapi nggak mau alatnya lecet atau rusak. Namanya Musikazeshop. Stan ini menawarkan bags bagi aneka jenis gitar, symbal, dan cajon. Menurut Linus, salah satu pengelola, produk ini lahir karena banyak musisi perlu wadah lebih aman bagi alat musik yang sering dibawa-bawa, khususnya gitar. Bahannya tebal dan kuat memang. Ada yang tanpa busa dari vinyl sampai yang hardcase, model-model dan warnanya juga keren buat ditenteng-tenteng. Harga produknya sendiri dibanding di kota lain sudah tergolong murah. Mulai Rp 110.000 Anda sudah bisa mendapatkan produk berkualitas dari Musikazeshop. Menariknya lagi, Linus dkk. juga menawarkan potongan harga lo khusus pembelian selama FMT. Mantap.

Belok sedikit ke pasar bagian timur, pengunjung akan langsung menemui stan paling heboh dan paling sibuk. Djimbe Art. Sibuk apa sih ‘pasukan’ dari komunitas pecinta reggae dan perkusi ini? Sibuk merajut rambut ternyata.  Jadi ternyata stan ini semacam paket gaya+alat untuk pecinta reggae. Pemiliknya sendiri, Budi Trihastono alias Kemplung adalah gimbalers yang juga suka mnain perkusi dan musik reggae. Di stan Djimbe Art ini pengunjung bisa minta digimbal rambutnya, beli rambut gimbal sambungan, bikin sablon, dan tak lupa beli jimbe. Jimbe di sini dibikin dengan kualitas tinggi. Kayu yang dipakai adalah kayu nangka atau mahoni utuh, dan bisa pesan diukir sesuai desain pembeli. Khusus di FMT, proses ukir pesanan jimbe dilakukan secara live oleh sang pengrajin. Sesuai kualitas, jimbe berlapis kulit kambing asli ini dibanderol Rp 300.000-Rp 980.000 tergantung ukurannya. Kalau pengen digimbal, bisa minta ke mas Dub Dempul yang sibuk main hakpen. Tarif tergantung panjang rambut. Kalau nggak sabar manjangin dan pengen langsung pakai gimbal sambungan bisa dibeli dan pasang cukup dengan Rp 1.500 per 5 cm. Atau mungkin tertarik lebih dekat dengan ‘komunitas’ ini? Mungkin bisa ikut jamming perkusi ke markas mereka di daerah Maguwo. Tapi kenalan dulu di FMT ya, ditunggu lo.

galery malang bernyanyi
               

Ada lagi nih, stan yang ramah. Soundcloud Yogyakarta. Jadi sebenarnya stan ini untuk promosi komunitas Soundclouder di Yogyakarta yang mencoba mencongkel persembunyian musisi-musisi online biar punya kesempatan tampil offline. Harly, seorang anggota Souncloud Yk dengan bersemangat menceritakan kegiatan komunitas kopi darat Soudclouder yang didirikan oleh Diki Mardika, Mahesa, dll. pada November 2013 ini. Dari follower di Twitter yang mencapai ribuan, kegiatan jamming rutin gratisan, sampai berbagai panggilan untuk menjadi pengisi acara di komunitas lain menunjukkan eksistensi Soundcloud Yk yang mulai berkibar. Jadi buat para Soundclouder di Yogyakarta dan sekitarnya yang masih mengurung diri di dunia maya bisa keluar sekarang yok. Daftar Soundclouder Yk yang lagi mangkal di FMT. Free: kenalan baru, jamming session intim diiringi piano klasik Museum Tembi Rumah Budaya, karaokean bareng mbak Harly, serta keakraban-keakraban lainnya dari komunitas musisi online yang mencoba offline.

Itulah selintas pengisi stan FMT yang Fombi kunjungi di hari pertama. Tunggu edisi blusukan Fombi berikutnya ya, masih banyak stan-stan keren yang belum dibahas. Penasaran? Mumpung masih sempat langsung datang saja ke Festival Musik Tembi 2014.

               
Teks dan foto: Odilia Enggar







ARSIP

2018

2017

20-May-2017

Hari ke-2 Festival Musik Tembi

Yogyakarta, 20 Mei 2017 - Setelah sebelumnya Festival Musik Tembi 2017 dibuka oleh Sanggar Saraswati Bali, Rubah di Selatan dan NOS, dihari kedua,

20-May-2017

Festival Musik Tembi Menjadi Ruang Kreatif Dan Berproses Bersama

Festival Musik Tembi 2017 resmi dibuka, Kamis (18/5) di Tembi Rumah Budaya Yogjakarta, Yopei Edho selaku ketua panitia Festival Musik Tembi 2017

17-May-2017

Festival Musik Tembi 2017 kedatangan Poovalur Sriji, musisi etnik dari Dallas, Texas

Seorang Maestro Ritem India Karnataka, India Selatan,Poovalur Sriji ikut menyemarakkan Festival Musik Tembi 2017. Seorang komposer produktif,

17-May-2017

Festival Musik Tembi 2017 Kembali Digelar

Festival Musik Tembi, Pesta bunyi-bunyian Nusantara yang dinisiasi oleh Forum Musik Tembi kembali digelar, mengusung tema Mercusuara, mengajak

05-May-2017

SELAMAT!!

FESTIVAL MUSIK TEMBI 2017PANGGUNG“MUSIK TRADISI BARU 2017”PENGUMUMAN HASIL SELEKSI AWALSELEKSI NON-MUSIKAL, BERDASARKAN PERSYARATAN:Usia

09-February-2017

DICARI MUSIK TRADISI BARU 2017

DICARI !!! MUSIK TRADISI BARU 2017Musik Tradisi BaruMusik Tradisi Baru merupakan sebuah program Festival Musik Tembi yang berupa ruang kreatif

2016

10-May-2016

Tembi Bersemarak Lewat Bunyi

10 Mei 2016Festival Musik Tembi (FMT) akan kembali diselenggarakan pada 19-21 Mei mendatang. Tahun 2016 merupakan tahun ke-6 festival musik multi-genre

2015

15-May-2015

Potret Ke-Nusantaraan di Festival Musik Tembi 2015

Memasuki usia yang ke-5 ini, Festival Musik Tembi siap diselenggarakan kembali. Gelaran yang mengusung musik multi genre ini akan diselenggarakan

30-April-2015

Festival Musik Tembi 2015 Usung Tema “Jalan-Jalan”

Memasuki usia yang ke-5 ini, Festival Musik Tembi siap diselenggarakan kembali. Gelaran yang mengusung musik multi genre ini akan diselenggarakan

16-April-2015

[Pre-event Festival Musik Tembi 2015]

‘Satu Dalam Musik’Dalam rangka menyambut gelaran tahun ke-5 Festival Musik Tembi 2015 pada bulan Mei nanti, Forum Musik Tembi (FoMbi)

16-April-2015

SELAMAT DATANG TEMAN BARU FOMBI!!

VOLUNTEER FESTIVAL MUSIK TEMBI 2015L.ORafidha DeviyaniRahayu Sulasti AntiniFemy RatnapuriNadya Sivanya RheisaGoretti Setia WandaArum RokhkusumasisthaLintangSaptian

09-April-2015

Dicari Musik Tradisi Baru 2015

29-March-2015

Open Volunteer FMT 2015

2014

27-December-2014

TELISIK ALBUM KOMPILASI MUSIK TRADISI BARU #1 ;PERJALAN UNTUK MUSIK INDONESIA

Dalam ruang ekspresi, manusia selalu diberi kesempatan yang sangat luas. Tidak ada hukum yang menjelaskan bahwa mereka dilarang untuk berimajinasi

24-December-2014

Album Kompilasi Musik Tradisi Baru 2014, Sukses Dirilis!

Forum Musik Tembi (FoMbi) kembali merilis album kompilasi Musik Tradisi Baru (MTB) pada Jumat, 12 Desember 2014 kemarin. Ini adalah tahun keempat

24-December-2014

Festival Musik Tembi 2014: Cuci Mata di Pasar Musik

“Festival Musik Tembi 2014 itu acara yang musik banget”Demikian kurang lebih salah satu komentar dari seorang bintang tamu yang tampil

07-December-2014

FoMbi Merilis Album Kompilasi Musik Tradisi Baru 2014

Mei 2014 lalu, genap 4 tahun perjalanan Festival Musik Tembi. Forum Musik Tembi (FoMbi) secara konsisten selalu mewadahi karya-karya musisi kreatif